Senin, 12 Januari 2015

Pemuda dan Sumpah Pemuda 1928

Latar Belakang Pemuda dan Sumpah Pemuda
tahun 1928

  1. Sejarah Kongres Pemuda 1 dan 2 tahun 1926,
Dilatarbelakangi karena adanya kecenderungan kearah penyatuan organisasi-organisasi pemuda yang telah ada. Di samping itu, mereka mulai memasuki kegiatan-kegiatan politik nasional. Hal ini disebabkan karena semakin tebalnya jiwa kebangsaan bagi para pemuda dan lahirnya berbagai organisasi pemuda yang bersifat nasional dan langsung memasuki gelanggang politik seperti Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia ini didirikan di Jakarta pada tahun 1926 oleh 4 orang mahasiswa STOVIA dan Rechschoogeschool. Tujuannya adalah menggalang persatuan dari seluruh organisasi pemuda untuk berjuang bersama-sama melawan penjajah Belanda. Dan untuk mencapai itu, sifat kedaerahan pun harus dihilangkan sebab hal itu hanya akan melemahkan persatuan.

  1. Pemuda Indonesia
Pemuda Indonesia didirikan di Bandung tanggal 20 Februari 1927 oleh pemuda terpelajar yang pernah belajar di luar negeri dan bekas anggota Perhimpunan Indonesia. Tokoh-tokoh PI antara lain: Sugiono, Yusupadi, Suwaji, Moh. Tamsil, Soebagio Reksodiputro, Asaad, Rusmali, Sunario, Sartono, Iskak, Budiarto, dan Wiryono. Sedangkan tujuannya adalah untuk memperkuat dan memperluas ide kesatuan nasional Indonesia. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan berbagai usaha, diantaranya mendirikan organisasi kepanduan, mengadakan kerjasama dengan organisasi pemuda lainnya, memajukan olah raga, menerbitkan majalah, menyelenggarakan rapat-rapat, dan sebagainya.
Pemuda Indonesia dan PPPKI adalah 2 organisasi pemuda yang sangat aktif untuk mencapai cita-cita persatuan di kalangan pemuda. Mereka pulalah yang memelopori diselenggarakannya Kongres Pemuda I dan II sehingga melahirkan Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda I diselenggarakan tanggal 30 April-2 Mei 1926 di Jakarta dan dihadiri oleh wakil-wakil dari Jong Java, JIB, JSB, Jong Ambon, Sekar Rukun, Studerende Minahassers, Jong Batak, dan Pemuda Theosofie. Dalam kongres ini dapat ditekankan pentingnya persatuan dan kesatuan para pemuda, dalam suatu wadah tunggal untuk mencapai Indonesia merdeka. Tokoh-tokoh pemuda yang berpidato dalam kongres ini yaitu Sumarto, M. Tabrani (ketua panitia), Muh. Yamin, Bahder Johan, dan Pinontoan. Kongres Pemuda I itu telah menerima dan mengakui cita-cita persatuan Indonesia akan tetapi gagal membentuk badan sentral. Sebab masih terdapat perbedaan pendapat dan kesalahpahaman di antara sesama anggota. Setelah itu diadakan pertemuan di antara organisasi-organisasi pemuda untuk merintis jalan dalam mewujudkan wadah tunggal bagi organisasi pemuda. Pada bulan Desember 1928 sebagian besar organisasi pemuda mengadakan kongresnya masing-masing. Satu di antara materinya adalah pentingnya menggalang persatuan dan kesatuan di antara organisasi-organisasi pemuda. Pada tanggal 17 Desember 1928 terbentuklah permufakatan perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Program PPPKI tersebut adalah berusaha untuk mencapai dan menyamakan arah bagi aksi-aksi kebangsaan, memperkuat dan memperbaiki organisasi serta menghindarkan perselisihan antara anggota.
Dengan terbentuknya PPKI, maka terjadilah interaksi ke arah persatuan, antara organisasi orang dewasa dengan pemuda. Pada tanggal 3 Mei dan 12 Agustus 1928 diadakan rapat pembentukan Panitia Kongres Pemuda II oleh berbagai organisasi pemuda, yang hasilnya adalah:
1) Ketua : Soegondo Joyopispito (dari PPPI)
2) Wakil Ketua : Joko Marsait (dari Jong Java)
3) Sekretaris : Muhammad Yamin (dari JIB)
4) Bendahara : Amir Syarifudin (dari Jong Batak)
5) Anggota : Johan Muhammad (JIB), Kocosoengkono (PI), Senduk (Jong Celebes), J. Leimena (Jong Ambon), dan Rohyani (Kaum Betawi)
Adapun maksud dan tujuan Kongres Pemuda II adalah hendak melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda Indonesia, membicarakan masalah-masalah tentang pergerakan pemuda Indonesia serta memperkuat perasaan kebangsaan Indonesia dan memperteguh persatuan Indonesia. Kongres Pemuda II akhirnya berhasil diselenggagarakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Kongres ini selain dihadiri oleh para utusan organisasi pemuda, juga dihadiri oleh organisasi orang dewasa, perorangan, anggota Volkstraad, pers dan sebagainya. Jumlah yang hadir dalam kongres ini kira-kira 750 orang. Pelaksanaan kongres dikawal ketat oleh polisi-polisi Belanda. Keputusan terpenting yang dapat diambil dalam kongres tersebut adalah pengakuan dan janji setia seluruh organisasi pemuda untuk “Berbangsa satu, Bertanah Air Satu dan Berbahasa Persatuan Satu, yakni Indonesia”. Keputusan ini dicetuskan pada 28 Oktober 1928, kemudian dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Sebelum dibacakan keputusan tersebut, diperdengarkan terlebih dahulu lagu “Indonesia Raya” ciptaan Wage Rudolf Supratman walaupun tanpa bunyi teksnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar